Pages

Senin, 07 Januari 2013

Tutorial Install Linux Ubuntu 12.4


Instalasi ubuntu : Tahap Persiapan Partisi
Di Microsoft Windows (XP, Vista, 7 dan lain-lain) kita mengenal format FAT, FAT32 dan NTFS, sedangkan di Ubuntu kita akan mengenal format Ext (Ext2 , Ext3, Ext4) dan Swap. Lalu apa ini berarti Linux nggak bisa membaca drive dengan format FAT, FAT32 dan NTFS? Wah gawat donk, gimana nih dengan data-data kita yang tersimpan di harddisk dengan format tersebut?
Disinilah kelebihan dari Linux. Walaupun Linux menggunakan format drive Ext dan Swap tapi Linux tetap bisa mengakses drive dengan format FAT, FAT32 dan NTFS.  Hal ini tidak akan berlaku sebaliknya. Format drive Ext dan swap tidak akan bisa diakses dari OS Microsoft Windows. Jangankan untuk mengakses partisinya,  harddrive dengan format Ext dan swap akan hilang penampakannya saat Anda berada di Microsoft Windows (tidak terlihat bukan berarti tidak ada loh..).
Jadi kalau begitu berarti kita bisa menginstal Linux di hard drive dengan format FAT, FAT32 dan NTFS donk? Tentu saja tidak. Instalasi Linux tetap harus berada di format Ext ! walaupun Linux bisa mengakses format selain itu, tapi hanya sebatas akses data saja, sedangkan untuk menempatkan file system Linux harus menggunakan format Ext.
Ok, sekarang mari kita mulai. Langkah pertama yang kita lakukan adalah mempersiapkan sebuah partisi drive yang akan kita gunakan khusus untuk instalasi Ubuntu dan sebuah partisi Swap.
Swap
Swap merupakan virtual memori yang salah satu kegunaannya adalah untuk mem-backup dari memori fisik atau RAM. Jadi Swap berfungsi untuk berjaga-jaga apabila suatu saat RAM Anda kehabisan ruang (space) memori maka swap bisa memberikan pertolongan untuk menambah extra space. Selain itu Swap juga diperlukan untuk menggunakan fitur hibernate, dan swap akan sangat berguna bagi Anda yang memiliki kapasitas RAM minim. Fungsi ini mirip fitur paging files pada Microsoft Windows. Swap juga digunakan untuk menyimpan data-data yang jarang digunakan di RAM.
Hmmmm……..kalau gitu, buat apa pasang RAM gede-gede? RAMnya cukup 64 MB aja, Swap-nya digedein jadi 4GB gitu ! kan lumayan bisa menghemat duit, daripada harus beli RAM mahal-mahal!. Maaf  itu adalah sebuah pemikiran yang sesat ! Swap berfungsi sebagai penyokong dan bukan pengganti. Swap tidak dapat menggantikan fungsi RAM, karena kecepatan baca RAM jauh diatas kecepatan baca harddisk. Untuk itu, memiliki kapasitas RAM yang besar tetap dianjurkan.
Lalu berapa kapasitas Swap yang dianjurkan dalam proses instalasi ubuntu? Umumnya besar kapasitas swap yang dianjurkan adalah 2 kali kapasitas RAM Anda. Jadi misalkan kapasitas RAM Anda adalah 128 MB maka kapasitas swap yang harus Anda siapkan kurang lebih 256MB. Jika Anda memiliki RAM 256MB maka Swap yang harus Anda persiapkan adalah 512MB. RAM saya 4GB om masa harus menghabiskan 8GB buat Swap, kan sayang ?
Sebenarnya aturan 2 kali kapasitas RAM tersebut tidaklah mengikat, karena besar Swap yang dibutuhkan sangat tergantung dengan beban sistem yang akan Anda jalankan nantinya. Jika misalkan Anda akan menginstal aplikasi-aplikasi yang membutuhkan memori yang besar maka kemungkinan penggunaan swap Anda juga lebih besar begitu juga sebaliknya. Untuk itu Anda sendiri mungkin bisa mengira-ngira apakah Anda akan menjalankan aplikasi-aplikasi yang menguras source RAM Anda atau tidak..?
Jika Anda memiliki RAM 2GB atau lebih dan merasa sayang untuk menggunakan rumus 2 kali kapasitas RAM, mungkin Anda cukup membuat sebuah swap dengan kapasitas 512-1GB saja. Jangan khawatir, Anda masih bisa menambah kapasitas swap tersebut kelak jika memang dibutuhkan.
Jika Anda ingin menggunakan fitur hibernate nantinya, maka Swap yang harus Anda sediakan sekurang-kurangnya sama dengan kapasitas RAM memori Anda. Microsoft Windows, juga menerapkan peraturan yang sama loh, jika Anda mengaktifkan fitur hibernate maka windows akan “mencuri” space harddisk Anda sebesar kapasitas RAM.
Wajibkah Swap ini?
Tidak wajib sih tapi sangat diperlukan. Maksudnya? Sebenarnya tanpa swap pun Anda tetap dapat menginstal dan menjalankan Ubuntu (khusus bagi sistem yang memiliki RAM ≥ 512MB), walaupun nanti Anda akan mendapatkan peringatan untuk membuat swap pada saat instalasi. Swap tetaplah diperlukan agar sistem Anda dapat berjalan lebih optimal, apalagi ada beberapa aplikasi yang membutuhkan swap agar dapat bekerja dengan baik. Bagi Anda yang ingin menggunakan fitur hibernate, swap hukumnya WAJIB untuk Anda sediakan. Jadi meskipun tetap dapat bekerja namun sistem yang berjalan tanpa swap sangat TIDAK DIANJURKAN!.
Jenis-jenis swap
Ada 3 jenis swap berdasarkan cara membuatnya, yaitu swap partisi, swap file dan swap kombinasi partisi dan file. Swap partisi merupakan swap yang menggunakan sebuah partisi khusus untuk space swap-nya, partisi ini berformat swap. Pada swap file, kita tidak membutuhkan sebuah partisi khusus untuk space swapnya. Lalu space swap-nya kita ambil dari mana dong? Dari file yang ada pada partisi biasa. Pembuatan swap file dilakukan setelah proses instalasi Ubuntu selesai. Untuk teknik yang ketiga, merupakan gabungan antara swap file dan swap partisi.
Lalu sebaiknya teknik swap mana yang harus kita gunakan? Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Untuk swap partisi, Anda bisa menggunakan partisi swap tersebut untuk instalasi-instalasi Linux lainnya. Jadi misalnya Anda ingin menginstal distro Linux yang lain di komputer Anda, Anda tidak perlu membuat partisi swap lagi, cukup menggunakan partisi swap yang sudah ada. Swap partisi  memiliki performance yang lebih baik ketimbang swap file khususnya pada kernel Linux versi 2.4 namun untuk kernel 2.6 performance swap file sudah meningkat dan bisa mengimbangi swap partisi.
Keunggulan swap file adalah lebih fleksibel  dan lebih mudah dalam mengatur kapasitas swap. Hal ini mungkin akan sangat berguna bagi Anda yang sering mengubah-ubah kapasitas swap secara rutin.  Jadi pilihan ada pada Anda, terserah ingin menggunakan teknik swap yang mana. Jika Anda tanya pendapat pribadi saya, saya lebih menyukai dan menyarankan untuk menggunakan swap partisi.
Instalasi ubuntu : Tahap Membuat Partisi
Proses format dan partisi hard drive tidak begitu susah tapi memiliki resiko yang amat besar. Bila Anda salah melakukan partisi atau format, Anda akan kehilangan data-data Anda. Untuk itu, sebagai langkah pencegahan sebaiknya Anda membackup terlebih dahulu semua data-data penting Anda ke DVD, atau media penyimpanan lainnya. Bila terjadi “kecelakaan”, Anda masih bisa mendapatkan kembali data Anda.

Instalasi ubuntu
setelah anda membuat unallocated space menggunakan link yang saya berikan diatas, selanjutnya anda bisa menginstall ubuntu..tapi sebelumnya PLEASE backup dulu semua data penting anda, penulis nggak bertanggung jawab terhadap kehilangan data yang terjadi..
1.     Atur boot priority / prioritas booting pada bios anda, caranya :
Caranya tergantung motherboard anda masing-masing, (biasanya dengan cara menekan tombol F1, F2, DEL, ESC, atau F10). Biasanya informasi tentang cara masuk ke sistem BIOS ini tertera pada POST screen saat komputer anda booting.
1.2.  Setelah kita masuk ke BIOS setup akses lah menu untuk mengatur boot priority anda, letak menu ini berbeda-beda tergantung jenis BIOS atau motherboard yang anda gunakan (baca buku manual motherboard anda), intinya masuklah ke menu yang mengandung kata-kata “boot”, kemudian lihat di sana pasti ada tercantum urutan bootingnya (biasanya ada kata-kata boot priority, atau first device, first boot, boot squance).

 Contoh-contoh setting bios

Untuk setting BIOS award menu untuk mengatur boot priority tersebut dapat anda temukan di advance BIOS feature
Atau terkadang dapat anda temukan menu setting bios “boot” tersendiri, sehingga anda bisa langsung mengaksesnya dari sana.


2.     Masukan CD/DVD instalasi ubuntu anda, dalam contoh ini kita menggunakan ubuntu 12:04
3.     Jika udah muncul jendela seperti gambar dibawah ini, pilih install ubuntu
4.     Pada jendela selanjutnya langsung klik tombol continue, jika komputer anda online anda bisa langsung mengupdate ubuntu anda pada saat proses instalasi ubuntu dengan menandai pilihan download updates while installing, tapi sebaiknya update anda lakukan nanti saja setelah proses instalasi selesai, langsung klikt tombol continue saja.
5.     Pada jendela berikutnya pilih something else lalu klik continue
6.     Selanjutnya klik free space, free space merupakan unallocated space yang telah anda buat sebelumnya.
7.     Klik free space dan klik tombol add 


8.     Akan muncul jendela pop up create partition. Disini pertama kali kita akan membuat sebuah partisi untuk swap (pembahasan tentang swap sudah dibahas di awal). Pada bagian New partition size in megabytes (1000000) isikan besar kapasitas swap yang Anda butuhkan. Sebagai contoh, saya akan membuat swap sebesar 1GB (1000MB), sesuai dengan kapasitas RAM saya. Anda dapat mengisinya dengan jumlah lain yang Anda butuhkan. Jika sudah, klik menu dropdown pada bagian Use as, kemudian pilih swap area dan klik tombol OK
9.     Nah sekarang akan terbentuk sebuah partisi baru dengan format swap
10.   Kita sudah membuat partisi swap. Selanjutnya apa? Ya selanjutnya membuat partisi untuk tempat menginstal Linux. Kita akan menggunakan free space yang tersisa untuk membuat partisi Linux, klik free space yang tersisa lalu klik add
11.   Akan muncul jendela pop up create partition seperti sebelumnya. Kita akan mencoba menggunakan format partisi terbaru dari Linux yaitu ext4. Untuk itu pada bagian use as pilih ext4 journaling file system. Selanjutnya klik menu dropdown pada bagian mount point dan pilih /, atau bisa juga dengan langsung mengetikkan / pada input box yang ada disana lalu klik tomnol OK.

12.   Kini akan terbentuk sebuah partisi Linux dengan format ext4. Beri tanda centang pada partisi tersebut (yang terdapat pada kolom format), kemudian klik install now
13.   Tunggu selama beberapa saat hingga muncul jendela seperti gambar dibawah, pilih lokasi waktu anda kemudian continue
14.   Masuk ke jendela keyboard layout klik langsung continue
15.   Untuk melanjutkan instalasi ubuntu, isikan nama anda, username, password jika sudah klik continue
16.   Sebagian dari user yang baru pertama kali menggunakan ubuntu, mereka mengira bahwa instalasi ubuntu sangat lama, sebenernya bukan demikian yang terjadi, pada saat anda menginstall ubuntu maka secara otomatis ubuntu akan mengupdate repository nya, dan ini sangat mengandalkan kecepatan internet, jika kecepatan internet anda lemot maka proses instalasi ubuntu anda akan berjalan lama pula, jika hal ini terjadi anda bisa langsung klik tombol skip dan lakukan update repository nanti, atau offline kan lah komputer anda dan coba install ubuntu di komputer yang offline.
17.   Instalasi ubuntu anda sudah selesai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar